Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berdakwah di Era Digital Perlukah ?

Berdakwah di Era Digital Perlukah ? - Memang perkembangan dunia teknologi saat ini memang bisa dikatakan semakin cepat. Apapun saat ini memang butuh sentuhan sebuah teknologi. Contoh saja dalam berkirim pesan. Dahulu orang hanya bisa berkirim pesan text atau pesan pendek atau SMS. 



Jumlah karakter SMS yang sangat terbatas sehingga banyak orang melakukan singkatan dalam pesannnya. Namun sekarang beda lagi. Ada teknologi yang canggih. Whatsapp. Salah satu aplikasi berkirim pesan yang mudah digunakan dan banyak digunakan saat ini. Dengan whatsapp kita bisa berkirim gambar. Bahkan video pun bisa. 

Terpaksa atau tidak tentu kita harus mengikuti perkembangan teknologi ini. Begitupun dengan metode dakwah. Dahulu para mubaligh untuk menyampaikan dakwahnya harus mengumpulkan orang, namun sekarang bisa lebih dari itu. 


Para mubaligh ketika berceramah di depan para jamaahnya saat ini bisa disaksikan oleh selain yang datang di acara tersebut lewat rekaman audio atau video. Tentu hal ini merupakan hal positif karena semakin banyak yang mendengar dakwah tentu semakin bagus bukan. 

Namun dibalik dakwah ala zaman millenial ini ada kekurangan dan lebihnya. Zaman millenial yang inginya simpel, instan dan tidak ribet. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dakwah di era digital. 

Kelebihan Berdakwah di Era Digital 

Semakin Banyak Audiens Semakin Baik
Ketika berceramah di hadapan 10 orang dan 100 orang tentu lebih baik 100 orang. Hal inilah yang membuat dakwah di era digital ini semakin baik karena jangkauan dari audiens semakin banyak. Tidak hanya dunia internet, di acara televisipun saat ini banyak disajikan acara dakwah. 


Ilmu Yang Disampaikan Dapat Dipelajari Kapan Saja
Dakwah yang terekam akan dapat kita putar kapan saja dan dimana saja. Misalnya saja ustadz zaid ceramahnya bisa kita putar ketika kita sedang santai di rumah karena kesibuikan yang tidak memungkinkan untuk datang ke acara pengajiannya. Hal ini merupakan hal positif yang bisa menjadi alternatif ketika seseorang ingin belajar tentang agama namun terhalang kesibukan. 

Kekurangan Berdakwah di Era Digital

Penceramah Kurang Kredibel
Menjadi penceramah tidak hanya yang bisa bicara di depan publik tetapi juga ilmu yang disampaikan. Apalagi dalam hal agama. Tidak bisa asal bicara. Harus ada dasar dan penjelasan yang detail. Karena itulah bagi Anda yang ingin belajar agama di era millenial harus pintar memilih penceramah. Pilih yang benar-benar memiliki ilmu agama yang mumpuni. 

Audio dan Video Rawan Diedit atau Dipotong
Ini yang kadang terjadi. Belajar agama hanya sepotong, tidak urut akibatnya fatal. Salah memahami ilmu agama yang terjadi. Apalagi di dunia digital saat ini. Banyak orang melakukan pemotongan video dan audio yang mana akibatnya yang mendengar ceramah salah memahami makna aslinya. 


Kesimpulan Berdakwah di Era Digital

Bisa dikatakan memang perlu berdakwah di Era Digital jika memang Anda benar-benar memiliki ilmu yang mumpuni dan bisa menggunakan teknologi sebagai sarana dakwah. Tidak hanya itu. Sebaiknya ilmu yang disampaikan urut agar mudah dipahami dan dipelajari. Misalnya ceramah tentang sebuah kita yang dimulai dari awal kitab dan dibaca dan jelaskan sampai akhir. Agar para jamaah atau yang mendengarkan tidak kebingungan.